Untuk Admin HR

Konfigurasi SLA & Approval Escalation

Cara kerja eskalasi otomatis saat approver tidak merespons, default siap-pakai untuk semua tipe permohonan, dan cara menyesuaikannya per tipe.

Konfigurasi SLA (Service Level Agreement) mengatur apa yang terjadi saat sebuah permohonan menunggu terlalu lama di satu tingkat persetujuan. Selain mengirim pengingat, sistem sekarang benar-benar mengeskalasi permohonan yang macet — inilah Approval Escalation.

Cara kerja Approval Escalation

Setiap tingkat atasan dalam sebuah Approval Chain punya dua ambang waktu, dihitung sejak permohonan sampai di tingkat itu:

  1. Batas Peringatan — saat terlampaui, notifikasi diperluas: approver saat ini diingatkan kembali, dan atasan satu tingkat di atasnya ikut diberi tahu. Wewenang belum berpindah di tahap ini.
  2. Batas Kritis — saat terlampaui, sistem menaikkan otomatis current_level permohonan ke tingkat berikutnya yang valid, supaya atasan yang lebih tinggi bisa langsung bertindak.

Batas Peringatan dan Batas Kritis diukur dalam jam (1–720 jam), sedangkan Interval Pengingat — seberapa sering sistem mengecek dan mengirim ulang notifikasi selama menunggu — diukur dalam menit (5–1.440 menit), supaya presisi untuk tipe permohonan yang butuh respons cepat maupun yang bisa menunggu lebih lama.

Batas Approval Escalation: tidak pernah melewati HR Final

Approval Escalation hanya menaikkan tingkat atasan — eskalasi tidak pernah menaikkan permohonan melewati level HR Final Approval. Level itu tidak punya batas waktu kedaluwarsa; ia dituntaskan oleh HR Manager mana pun yang tersedia, atau oleh pemegang Approval Override yang bertindak di luar giliran. Lihat Aturan Persetujuan untuk detail lengkap HR Final Approval.

Default siap-pakai untuk semua tipe

Sebelum Anda mengubah apa pun, setiap tipe permohonan — termasuk Penempatan Kantor (office_placement), yang sekarang ikut tercakup — sudah berjalan dengan ambang batas berikut:

AmbangDefault
Peringatan24 jam
Kritis48 jam
Interval Pengingat30 menit

Menyesuaikan SLA per tipe permohonan

  1. Langkah 1 — Buka SLA Configurations

    Halaman SLA Configurations di dashboard Dexova
    Halaman SLA Configurations di dashboard Dexova

    Dari sidebar dashboard, buka HRIS › SLA Configurations. Daftar semua tipe permohonan beserta ambang batas SLA-nya akan ditampilkan.

  2. Langkah 2 — Klik edit pada tipe permohonan

    Klik ikon edit pada tipe permohonan yang ingin disesuaikan (mis. Cuti, Lembur, Penempatan Kantor).

  3. Langkah 3 — Atur ambang batas

    Isi field berikut sesuai kebutuhan:

    • Peringatan (jam) — kapan notifikasi diperluas ke tingkat berikutnya
    • Kritis (jam) — harus lebih besar dari peringatan; kapan auto-advance terjadi
    • Interval (menit) — seberapa sering sistem mengecek dan mengirim ulang notifikasi selama permohonan menunggu
    • Toggle Aktif — aktifkan atau nonaktifkan Approval Escalation untuk tipe ini
  4. Langkah 4 — Simpan

    Klik Simpan. Perubahan berlaku segera — scheduler eskalasi memakai ambang batas baru untuk permohonan yang masih berjalan.

Tipe permohonan yang didukung

Approval Escalation berjalan out-of-box untuk semua tipe permohonan berikut — Anda dapat mengatur ambang batas berbeda untuk masing-masing:

  • Cuti
  • Lembur
  • Pulang Awal
  • Kunjungan Kerja (WFH, Site Visit, Lainnya)
  • Tukar Shift
  • Koreksi Kehadiran
  • Penempatan Kantor — baru ikut tercakup Approval Escalation.

Tips konfigurasi

  • Default (24 jam peringatan / 48 jam kritis / interval 30 menit) sudah cukup untuk sebagian besar tim — sesuaikan hanya jika pola respons approver Anda berbeda jauh.
  • Atur ambang lebih pendek untuk tipe permohonan mendesak seperti lembur dan pulang awal.
  • Tinjau ambang batas secara berkala berdasarkan waktu respons persetujuan aktual di organisasi Anda.

Apakah panduan ini membantu?