Untuk Admin HR
Pengaturan Payroll
Cara mengonfigurasi Payroll Settings — pembagi tarif harian, strategi pembulatan, Tipe Minggu Kerja, toggle Wajib hadir Sabtu, Jadwal Sabtu Setengah Hari, toggle modul Pinjaman/THR, dan tampilkan Owner di Absensi.
Payroll Settings adalah konfigurasi global yang memengaruhi cara mesin penggajian menghitung nilai per karyawan di setiap Payroll Run. Pengaturan ini berlaku untuk seluruh tenant dan mencakup: pembagi tarif harian, strategi pembulatan angka, Tipe Minggu Kerja (untuk tarif lembur berjenjang), toggle modul Pinjaman dan THR, serta toggle Tampilkan Owner di Absensi.
Membuka Payroll Settings
-
Langkah 1 — Buka halaman Payroll Settings
Halaman Payroll Settings di dashboard Dexova Dari sidebar, buka HRIS › Payroll Settings. Jika belum pernah dikonfigurasi, sistem akan membuat baris default secara otomatis saat halaman pertama kali dibuka.
-
Langkah 2 — Konfigurasi pembagi tarif harian
Daily Rate Divisor menentukan bagaimana gaji bulanan dikonversi ke tarif harian untuk perhitungan Pro-rata:
25— konvensi umum (standar industri Indonesia untuk bulan kalender).actual— jumlah hari kerja aktual dalam periode (menyesuaikan dengan jadwal shift).custom— masukkan nilai pembagi sendiri (harus diisi jika memilih opsi ini).
-
Langkah 3 — Pilih strategi pembulatan
Rounding Strategy menentukan cara membulatkan nilai gaji yang mengandung desimal:
none— tidak ada pembulatan (nilai tepat).round— pembulatan matematis standar (≥0,5 naik).floor— selalu dibulatkan ke bawah.ceil— selalu dibulatkan ke atas.
-
Langkah 4 — Pilih Tipe Minggu Kerja
Tipe Minggu Kerja menentukan pola minggu kerja perusahaan. Setelan ini dipakai oleh Overtime Pay (Kemnaker tiered) untuk menentukan jenjang tarif lembur pada hari libur/istirahat mingguan, dan menentukan apakah Sabtu dihitung sebagai hari kerja:
- 6 hari kerja (
workweek_type=6) — Senin–Sabtu. Sabtu adalah hari kerja (dipakai untuk jenjang lembur dan Jadwal Sabtu Setengah Hari). Hari istirahat mingguan hanya Minggu. Jenjang lembur hari libur: jam 1–7 = 2×, jam ke-8 = 3×, jam 9–11 = 4×. Catatan: Sabtu hanya otomatis ditandai Tidak Hadir + dipotong bila toggle Wajib hadir Sabtu (Langkah 5) diaktifkan — lihat di bawah. - 5 hari kerja (
workweek_type=5) — Senin–Jumat. Hari istirahat mingguan adalah Sabtu dan Minggu; Sabtu selalu tampil Libur dan tidak pernah dipotong. Jenjang lembur hari libur: jam 1–5 = 2×, jam ke-6 = 3×, jam 7–9 = 4×.
Default-nya 6 hari, tetapi default ini tidak lagi otomatis memotong Sabtu — penegakan absensi Sabtu sekarang opt-in (Langkah 5). Minggu selalu hari istirahat di kedua pola. Setelan ini tidak mengubah jenjang lembur hari kerja (jam ke-1 = 1,5×, jam ke-2 dst = 2×).
- 6 hari kerja (
-
Langkah 5 — (6 hari kerja) Atur toggle Wajib hadir Sabtu
Khusus tenant 6 hari kerja, Wajib hadir Sabtu (
saturday_enforcement_enabled) menentukan apakah Sabtu ditegakkan sebagai hari kerja untuk absensi. Setelan ini default OFF:- OFF (default) — Sabtu tidak ditegakkan: karyawan tanpa check-in di hari Sabtu tidak otomatis ditandai Tidak Hadir dan tidak dipotong. Ini default yang aman — mencegah potongan keliru bagi tenant yang sebenarnya tidak masuk Sabtu.
- ON (hanya berlaku pada Tipe Minggu Kerja 6 hari) — Sabtu menjadi hari kerja yang ditegakkan penuh: karyawan tanpa check-in di hari Sabtu ditandai Tidak Hadir (dipotong) dan keterlambatan di hari Sabtu dicatat.
Toggle ini hanya bermakna saat Tipe Minggu Kerja = 6 hari. Pada tenant 5 hari, Sabtu sudah jadi hari istirahat (Libur) apa pun nilai toggle-nya.
-
Langkah 6 — (Opsional) Atur Jadwal Sabtu Setengah Hari
Khusus tenant 6 hari kerja, kamu bisa mengaktifkan Jadwal Sabtu Setengah Hari (Setengah Hari) agar Sabtu berjam kerja lebih pendek:
- Aktifkan “Jadwal Sabtu Setengah Hari” (
half_day_saturday_enabled). - Jam pulang Sabtu (
half_day_saturday_end_time) — jam selesai kerja yang lebih awal khusus untuk Sabtu. - Pay factor (
half_day_saturday_pay_factor) — Dibayar penuh (1.0) = jam kerja Sabtu lebih pendek tetapi gaji hari itu utuh (tanpa potongan); Setengah (0.5) = memunculkan potongan “Potongan Sabtu Setengah Hari” sehingga Sabtu dibayar separuh hari. Default 1.0.
Saat aktif, check-out pada jam pulang Sabtu dianggap tepat waktu (bukan pulang awal). Pada
pay_factor = 1.0jam kerja saja yang dipersingkat (gaji penuh); padapay_factor = 0.5setiap Sabtu hadir memunculkan baris potongan setengah hari. Setelan ini hanya berlaku untuk Sabtu pada tenant 6 hari kerja. - Aktifkan “Jadwal Sabtu Setengah Hari” (
-
Langkah 7 — Aktifkan modul Pinjaman dan THR
- Enable Loans — mengaktifkan modul Employee Loans. Jika dinonaktifkan, semua endpoint pinjaman mengembalikan error
403 Forbidden. - Enable THR — mengaktifkan perhitungan Tunjangan Hari Raya otomatis di Payroll Run.
- Enable Loans — mengaktifkan modul Employee Loans. Jika dinonaktifkan, semua endpoint pinjaman mengembalikan error
-
Langkah 8 — Atur Tampilkan Owner di Absensi
Tampilkan Owner di Absensi (Owner Attendance) mengatur apakah karyawan yang ditandai sebagai owner muncul di tampilan absensi (rekap, analitik, daftar hari ini, dan widget live). Setelan ini default OFF — secara default owner dikecualikan dari laporan absensi. Aktifkan jika owner perusahaan dibayar berdasarkan kehadiran, sehingga ia ikut dihitung di absensi.
-
Langkah 9 — Simpan
Klik Simpan. Pengaturan langsung berlaku dan di-cache selama 30 menit untuk performa.
Memahami Daily Rate Divisor
Divisor digunakan dalam rumus Pro-rata:
nilai_harian = nilai_bulanan ÷ daily_rate_divisor
nilai_efektif = nilai_harian × hari_kerja_efektif
Tipe Minggu Kerja: Penegakan Sabtu, Tarif Lembur, dan Tampilan Absensi
Tipe Minggu Kerja (5 atau 6 hari) punya tiga dampak:
- Penegakan hari Sabtu (opt-in) — pada 6 hari kerja, Sabtu dihitung hari kerja, tetapi auto-absen + potongan Sabtu hanya berjalan jika toggle Wajib hadir Sabtu (
saturday_enforcement_enabled) diaktifkan. Saat ON: karyawan tanpa check-in di hari Sabtu ditandai Tidak Hadir (dipotong) dan keterlambatan Sabtu dicatat. Saat OFF (default): Sabtu tidak ditegakkan — tidak ada auto-absen maupun potongan. Pada 5 hari kerja, Sabtu tetap hari istirahat — selalu Libur, tidak pernah dipotong, apa pun nilai toggle. Minggu selalu hari istirahat di kedua pola. - Tarif lembur — memengaruhi cara Overtime Pay (Kemnaker tiered) menjenjangkan tarif lembur pada hari libur/istirahat mingguan, sesuai PP 35/2021 Pasal 13.
- Tampilan absensi — menentukan hari mana yang dihitung sebagai hari istirahat mingguan (Minggu untuk 6 hari; Sabtu dan Minggu untuk 5 hari). Pada hari istirahat ini, karyawan tanpa catatan check-in ditampilkan sebagai Libur, bukan Tidak Hadir, di Daftar Kehadiran, Analitik, dan widget live. Hari libur nasional juga selalu tampil sebagai Libur.
Jadwal Sabtu Setengah Hari
Jadwal Sabtu Setengah Hari adalah opsi untuk tenant 6 hari kerja yang ingin Sabtu berjam kerja lebih pendek. Diaktifkan di Payroll Settings (half_day_saturday_enabled) bersama dua parameter:
- Jam pulang Sabtu (
half_day_saturday_end_time) — jam selesai kerja yang lebih awal khusus untuk Sabtu. - Pay factor (
half_day_saturday_pay_factor) — Dibayar penuh (1.0) = jam kerja Sabtu lebih pendek tetapi gaji hari itu utuh (tanpa potongan); Setengah (0.5) = memunculkan potongan “Potongan Sabtu Setengah Hari” sehingga Sabtu dibayar separuh hari. Default 1.0.
Saat aktif, dampaknya pada Sabtu:
- Absensi — check-out pada jam pulang Sabtu dihitung tepat waktu (bukan pulang awal), sehingga tidak memicu proses persetujuan pulang awal.
- Payroll — pada
pay_factor = 1.0gaji Sabtu utuh (hanya jam kerja yang dipersingkat, tanpa potongan); padapay_factor = 0.5setiap Sabtu hadir memunculkan baris potongan “Potongan Sabtu Setengah Hari” sehingga hari itu dibayar separuh.
Tampilkan Owner di Absensi
Owner Attendance adalah setelan per-tenant (default OFF) yang mengatur visibilitas owner di tampilan absensi. Saat OFF, karyawan yang ditandai sebagai owner dikecualikan dari rekap, analitik, daftar hari ini, dan widget live. Saat ON, owner ikut muncul di seluruh tampilan tersebut.
