Untuk Admin HR
Aturan Kehadiran (Attendance Rules)
Cara mengonfigurasi aturan deteksi pelanggaran kehadiran — termasuk jenis aturan, ambang keterlambatan, dan scope override per lokasi/departemen/jadwal.
Attendance Rules mendefinisikan cara pelanggaran kehadiran dideteksi dan diberlakukan secara otomatis di seluruh organisasi. Setiap jenis aturan menargetkan masalah kehadiran tertentu dan dapat diaktifkan/dinonaktifkan secara independen.
Jenis aturan yang tersedia
-
Langkah 1 — Buka Attendance Rules
Halaman Attendance Rules di dashboard Dexova Dari sidebar, buka HRIS › Attendance Rules. Halaman ini menampilkan semua aturan aktif beserta konfigurasi masing-masing.
-
Langkah 2 — Pilih dan aktifkan aturan
Ada 7 jenis aturan yang tersedia:
- Auto Absent — otomatis menandai karyawan sebagai absen jika tidak ada check-in di akhir jadwal kerja mereka.
- Half Day — mendeteksi saat karyawan bekerja jauh lebih singkat dari shift penuh dan menandainya sebagai setengah hari.
- Late / No Checkout — menandai catatan di mana karyawan check-in tetapi tidak pernah check-out.
- Invalid Attendance — mengidentifikasi catatan kehadiran yang tidak memenuhi kriteria validitas minimum (misalnya, durasi terlalu singkat).
- Lateness — mengkategorikan keterlambatan menjadi ringan atau parah berdasarkan ambang batas yang dapat dikonfigurasi.
- Nearby Attendance — saat ON, karyawan dapat check-in di kantor aktif mana pun (bukan hanya Kantor yang Ditugaskan) selama secara fisik berada di dalam Geofence kantor tersebut (Nearby Office) — hadir fisik menjadi otorisasi, tanpa perlu pengajuan Work Visit; kehadirannya dicatat dengan Office Source
nearby. Default OFF — saat OFF, check-in di luar Allowed Set diarahkan ke pengajuan Work Visit. - Checkout Geofence Enforcement — saat ON, check-out di luar Geofence kantor akan ditolak, kapan pun waktunya (tanpa clamp). Saat OFF (default), check-out di luar Geofence setelah jam kerja berakhir akan di-clamp ke jam berakhir terjadwal, bukan ditolak. Catatan Work Visit (WFH) yang tanpa lokasi tetap melewati pengecekan ini; Work Visit yang terikat ke kantor tertentu tetap wajib check-out di dalam Geofence kantor tersebut selama aturan ini ON. Jika karyawan tertolak, pemulihan dilakukan lewat alur pengajuan koreksi kehadiran.
Konfigurasi aturan Keterlambatan (Lateness)
Aturan Lateness memiliki opsi konfigurasi detail:
- Grace Period (menit) — waktu setelah jadwal mulai yang masih dianggap tepat waktu. Set ke 0 untuk tanpa grace period.
- Mild Threshold (menit) — keterlambatan melampaui grace period hingga ambang ini diklasifikasikan sebagai ringan.
- Severe Threshold (menit) — keterlambatan melampaui mild threshold diklasifikasikan sebagai parah.
- Custom Labels — tentukan nama kustom untuk kategori keterlambatan ringan dan parah (misalnya, “Terlambat Ringan”, “Terlambat Berat”).
- Require Notes — saat diaktifkan, karyawan wajib memberikan alasan saat keterlambatan masuk kategori tersebut.
Scope Override per konteks
Override memungkinkan Anda mengkustomisasi aturan untuk konteks tertentu. Override dengan prioritas lebih tinggi akan mengalahkan yang lebih rendah:
-
Langkah 1 — Pilih tab scope
Pilih tab Office Location, Department, atau Work Schedule sesuai konteks yang ingin di-override.
-
Langkah 2 — Tambah Override
Klik Add Override, pilih entitas yang dituju (misalnya, kantor cabang tertentu), lalu konfigurasikan nilai aturan yang berbeda.
-
Langkah 3 — Simpan
Klik Save. Override dapat diedit atau dihapus kapan saja.
Urutan prioritas override: Office Location > Work Schedule > Department > Tenant-wide. Kecocokan paling spesifik yang menang.
Tipe Minggu Kerja dan hari istirahat
Tipe Minggu Kerja (dikonfigurasi di Payroll Settings) menentukan hari mana yang dianggap hari istirahat mingguan:
- 5 hari kerja (ww5): Senin–Jumat adalah hari kerja. Sabtu dan Minggu adalah hari istirahat — karyawan yang tidak hadir pada hari Sabtu atau Minggu tidak ditandai absen.
- 6 hari kerja (ww6): Senin–Sabtu adalah hari kerja. Sabtu bukan lagi hari istirahat — karyawan yang tidak hadir pada hari Sabtu akan ditandai
absent(ataunot_yetjika hari belum berakhir), dan Sabtu lembur dihitung sebagai lembur hari kerja (bukan hari libur). Hanya Minggu yang menjadi hari istirahat mingguan.