Untuk Admin HR
Aturan Kehadiran (Attendance Rules)
Cara mengonfigurasi aturan deteksi pelanggaran kehadiran — termasuk jenis aturan, ambang keterlambatan, dan scope override per lokasi/departemen/jadwal.
Attendance Rules mendefinisikan cara pelanggaran kehadiran dideteksi dan diberlakukan secara otomatis di seluruh organisasi. Setiap jenis aturan menargetkan masalah kehadiran tertentu dan dapat diaktifkan/dinonaktifkan secara independen.
Jenis aturan yang tersedia
-
Langkah 1 — Buka Attendance Rules
Halaman Attendance Rules di dashboard Dexova Dari sidebar, buka HRIS › Attendance Rules. Halaman ini menampilkan semua aturan aktif beserta konfigurasi masing-masing.
-
Langkah 2 — Pilih dan aktifkan aturan
Ada 5 jenis aturan yang tersedia:
- Auto Absent — otomatis menandai karyawan sebagai absen jika tidak ada check-in di akhir jadwal kerja mereka.
- Half Day — mendeteksi saat karyawan bekerja jauh lebih singkat dari shift penuh dan menandainya sebagai setengah hari.
- Late / No Checkout — menandai catatan di mana karyawan check-in tetapi tidak pernah check-out.
- Invalid Attendance — mengidentifikasi catatan kehadiran yang tidak memenuhi kriteria validitas minimum (misalnya, durasi terlalu singkat).
- Lateness — mengkategorikan keterlambatan menjadi ringan atau parah berdasarkan ambang batas yang dapat dikonfigurasi.
Konfigurasi aturan Keterlambatan (Lateness)
Aturan Lateness memiliki opsi konfigurasi detail:
- Grace Period (menit) — waktu setelah jadwal mulai yang masih dianggap tepat waktu. Set ke 0 untuk tanpa grace period.
- Mild Threshold (menit) — keterlambatan melampaui grace period hingga ambang ini diklasifikasikan sebagai ringan.
- Severe Threshold (menit) — keterlambatan melampaui mild threshold diklasifikasikan sebagai parah.
- Custom Labels — tentukan nama kustom untuk kategori keterlambatan ringan dan parah (misalnya, “Terlambat Ringan”, “Terlambat Berat”).
- Require Notes — saat diaktifkan, karyawan wajib memberikan alasan saat keterlambatan masuk kategori tersebut.
Scope Override per konteks
Override memungkinkan Anda mengkustomisasi aturan untuk konteks tertentu. Override dengan prioritas lebih tinggi akan mengalahkan yang lebih rendah:
-
Langkah 1 — Pilih tab scope
Pilih tab Office Location, Department, atau Work Schedule sesuai konteks yang ingin di-override.
-
Langkah 2 — Tambah Override
Klik Add Override, pilih entitas yang dituju (misalnya, kantor cabang tertentu), lalu konfigurasikan nilai aturan yang berbeda.
-
Langkah 3 — Simpan
Klik Save. Override dapat diedit atau dihapus kapan saja.
Urutan prioritas override: Office Location > Work Schedule > Department > Tenant-wide. Kecocokan paling spesifik yang menang.
