Sejak Januari 2024, cara menghitung potongan PPh 21 bulanan berubah total — tapi banyak yang masih memakai rumus lama, atau kaget saat potongan bulan Desember tiba-tiba berbeda jauh dari bulan-bulan sebelumnya. Dua-duanya bersumber dari hal yang sama: belum memahami skema tarif efektif rata-rata (TER).
Artikel ini menjelaskan cara kerja TER langkah demi langkah, dengan satu contoh hitungan nyata yang bisa Anda tiru untuk kasus sendiri.
Apa yang Berubah Sejak TER Berlaku?
Dasarnya PP 58/2023, berlaku sejak 1 Januari 2024, dengan petunjuk teknis di PMK 168/2023. Sebelumnya, menghitung potongan bulanan berarti menyetahunkan penghasilan, mengurangi PTKP, menerapkan tarif progresif, lalu membagi 12 — setiap bulan, untuk setiap karyawan.
Sekarang skemanya dipecah dua:
Januari–November: potongan bulanan = tarif efektif (TER) × penghasilan bruto sebulan. Satu kali kali, selesai.
Desember: hitung ulang setahun penuh dengan tarif progresif Pasal 17 UU PPh, lalu kurangi total yang sudah dipotong Januari–November. Selisihnya dipotong (atau dikembalikan) di Desember.
Jadi TER bukan tarif pajak baru — total pajak setahun tetap sama. TER hanya menyederhanakan ritme potongan bulanan, dan Desember menjadi bulan penyeimbang.
Kenali Kategori TER: A, B, atau C
Tarif efektif yang dipakai tergantung status PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) karyawan. Status PTKP ditulis dengan kode: TK = tidak kawin, K = kawin, dan angka di belakangnya = jumlah tanggungan (maksimal 3). Dari situ karyawan masuk salah satu kategori:
Kategori A: TK/0, TK/1, dan K/0
Kategori B: TK/2, TK/3, K/1, dan K/2
Kategori C: K/3
Masing-masing kategori punya tabel tarif sendiri di lampiran PMK 168/2023, berlapis-lapis mengikuti besarnya penghasilan bruto sebulan — mulai 0% untuk penghasilan kecil sampai 34% di lapisan tertinggi.
Cara Menghitung PPh 21 Bulanan (Januari–November)
Empat langkah:
- Tentukan status PTKP karyawan, lalu petakan ke kategori TER (A, B, atau C).
- Jumlahkan penghasilan bruto sebulan. Bukan hanya gaji pokok — tunjangan, uang lembur, bonus, THR, dan imbalan lain yang diterima bulan itu ikut dijumlahkan.
- Cari tarifnya di tabel TER kategori yang sesuai, berdasarkan total bruto tadi.
- Kalikan: PPh 21 bulan itu = tarif × penghasilan bruto.
Perhatikan: di skema bulanan ini tidak ada lagi pengurangan PTKP, biaya jabatan, atau iuran pensiun. Semuanya sudah "dirata-ratakan" ke dalam tarif efektif — itulah kenapa namanya tarif efektif rata-rata.
Contoh: Karyawan TK/0, Gaji Rp 8.000.000 per Bulan
Ambil kasus paling umum: karyawan belum menikah tanpa tanggungan (TK/0), gaji Rp 8.000.000 per bulan tanpa komponen lain.
- TK/0 → Kategori A.
- Penghasilan bruto sebulan = Rp 8.000.000.
- Di tabel TER Kategori A, bruto Rp 8.000.000 masuk lapisan Rp 7.500.001–Rp 8.550.000 → tarif 1,5%.
- PPh 21 = 1,5% × Rp 8.000.000 = Rp 120.000 per bulan (Januari–November).
Kalau di bulan tertentu karyawan ini menerima THR atau bonus, bruto bulan itu naik dan bisa berpindah ke lapisan tarif yang lebih tinggi — hanya untuk bulan itu. Ini normal, bukan salah hitung. Untuk kasus dengan tunjangan, lembur, atau status PTKP lain, cara paling cepat memverifikasi angkanya adalah kalkulator PPh 21 gratis dari Dexova — masukkan bruto dan status PTKP, tarifnya dicari otomatis dari tabel yang berlaku.
Desember: Hitung Ulang Setahun dengan Tarif Pasal 17
Di masa pajak terakhir (biasanya Desember), perusahaan wajib menghitung PPh 21 setahun penuh dengan cara "lama": penghasilan bruto setahun dikurangi biaya jabatan (5%, maksimal Rp 6.000.000 setahun), iuran pensiun yang dibayar karyawan, dan PTKP — lalu dikenakan tarif progresif Pasal 17 (mulai 5% di lapisan pertama hingga 35%).
Hasil hitungan setahun itu dikurangi total potongan Januari–November. Sisanya menjadi potongan Desember. Karena itu potongan Desember hampir selalu berbeda dari bulan-bulan lain — bisa lebih besar, bisa lebih kecil. Yang keliru justru "mengoreksinya" secara manual agar sama dengan bulan biasa.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Empat yang paling sering ditemui di lapangan: salah menetapkan status PTKP (yang dipakai adalah keadaan per 1 Januari tahun berjalan, bukan status terkini), lupa memasukkan tunjangan dan bonus ke penghasilan bruto, masih memakai rumus setahunkan-bagi-12 untuk potongan bulanan, dan panik saat angka Desember berbeda lalu mengubahnya manual. Semua kesalahan ini berujung sama: kurang atau lebih potong, yang harus dibereskan lewat pembetulan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah TER membuat pajak karyawan jadi lebih besar?
Tidak. Total PPh 21 setahun tetap dihitung dengan tarif Pasal 17 seperti sebelumnya. TER hanya mengatur ritme potongan Januari–November; kelebihan atau kekurangannya diselesaikan di Desember.
Status PTKP saya berubah di tengah tahun, kategorinya ikut berubah?
Tidak untuk tahun berjalan. Status PTKP ditentukan berdasarkan keadaan di awal tahun pajak. Menikah atau bertambah tanggungan di pertengahan tahun baru memengaruhi PTKP tahun berikutnya.
Di mana melihat tabel TER lengkap?
Tabel resminya ada di lampiran PMK 168/2023 — Kategori A saja memuat 44 lapisan tarif. Untuk pemakaian sehari-hari, lebih praktis lewat kalkulator PPh 21 yang sudah memuat tabelnya.
Tidak mau menghitung manual setiap bulan? Aplikasi HRIS Dexova menghitung PPh 21 (skema TER dan rekonsiliasi Desember), BPJS, dan komponen gaji lainnya otomatis di setiap siklus payroll. Coba dulu hitungan Anda di kalkulator gaji — gratis, tanpa daftar.
