"Bisa QRIS, Kak?" — kalau pertanyaan itu makin sering terdengar di toko Anda, itu bukan kebetulan. Makin banyak pembeli yang keluar rumah tanpa uang tunai, dan setiap kali Anda menjawab "tunai saja", ada penjualan yang berpotensi batal. Bagi UMKM, menerima QRIS sudah bergeser dari nilai tambah menjadi kebutuhan dasar.
Kabar baiknya, mendaftar QRIS itu gratis, prosesnya bisa selesai dalam hitungan hari, dan biayanya untuk usaha mikro nyaris nol. Artikel ini membahas tiga hal yang paling sering ditanyakan: cara daftar, berapa potongannya, dan bagaimana menghubungkannya dengan pencatatan kasir supaya tidak menambah pekerjaan rekap.
Apa Itu QRIS dan Kenapa UMKM Perlu?
QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah standar kode QR pembayaran nasional dari Bank Indonesia. Artinya: satu kode QR di meja kasir Anda bisa dibayar dari aplikasi apa pun — mobile banking bank mana saja maupun e-wallet seperti GoPay, OVO, Dana, atau ShopeePay. Anda tidak perlu memajang lima stiker QR berbeda dari lima penyedia.
Untuk UMKM, manfaat praktisnya ada tiga. Pembeli yang tidak bawa tunai tetap bisa membayar. Uang masuk langsung ke rekening, jadi risiko uang palsu dan salah hitung kembalian hilang. Dan setiap pembayaran QRIS otomatis tercatat oleh penyedianya, sehingga ada jejak transaksi yang bisa dicek ulang — sesuatu yang tidak dimiliki laci uang tunai.
Cara Daftar QRIS untuk UMKM
QRIS tidak didaftarkan langsung ke Bank Indonesia, melainkan melalui PJP (Penyelenggara Jasa Pembayaran) — yaitu bank atau perusahaan pembayaran berizin BI. Contohnya: bank tempat Anda sudah punya rekening (lewat aplikasi mobile banking-nya biasanya ada menu daftar merchant), atau penyedia non-bank yang banyak dipakai UMKM.
Langkah umumnya seperti ini:
- Pilih PJP. Paling praktis mulai dari bank tempat rekening usaha Anda berada, supaya uang masuk langsung ke rekening yang sudah ada. Bandingkan juga kecepatan settlement (uang masuk hari yang sama atau H+1) dan aplikasi merchant-nya.
- Siapkan dokumen. Umumnya cukup KTP, nomor rekening aktif, dan data usaha (nama, alamat, foto tempat usaha). Beberapa PJP meminta NIB atau izin usaha untuk kategori tertentu, tapi banyak yang menerima usaha perorangan tanpa badan hukum.
- Isi pendaftaran dan tunggu verifikasi. Pendaftaran biasanya lewat aplikasi atau datang ke cabang. Proses verifikasi umumnya beberapa hari kerja, tergantung PJP.
- Terima dan pajang kode QR. Setelah disetujui, Anda mendapat kode QR statis untuk dipajang di kasir. Uji dulu dengan transaksi kecil dari HP Anda sendiri sebelum dipakai melayani pembeli.
Satu hal penting: pendaftaran QRIS resmi tidak dipungut biaya. Kalau ada pihak yang menawarkan "jasa pendaftaran QRIS" berbayar, Anda tidak membutuhkannya.
Biaya MDR QRIS: Berapa Potongan per Transaksi?
MDR (Merchant Discount Rate) adalah potongan kecil dari setiap transaksi QRIS yang menjadi biaya layanan sistem pembayaran. Struktur tarifnya diatur Bank Indonesia dan berpihak pada usaha kecil:
Usaha mikro: 0% untuk transaksi sampai Rp 500.000, dan 0,3% untuk transaksi di atasnya (berlaku sejak Maret 2025). Artinya, untuk sebagian besar transaksi harian warung dan toko kecil, tidak ada potongan sama sekali.
Kategori usaha lain (kecil, menengah, besar): umumnya 0,7% per transaksi.
Kategori khusus seperti pendidikan, SPBU, dan donasi sosial punya tarif tersendiri yang lebih rendah.
Sebagai gambaran: transaksi Rp 100.000 di warung berstatus usaha mikro dipotong Rp 0; transaksi yang sama di toko berkategori usaha kecil dipotong Rp 700. Dua aturan main yang wajib diketahui: MDR ditanggung penjual dan dilarang dibebankan ke pembeli sebagai biaya tambahan, dan kategori usaha Anda ditentukan saat pendaftaran di PJP — pastikan datanya benar supaya tarifnya sesuai. Cek ketentuan MDR terbaru di situs resmi Bank Indonesia (bi.go.id) karena tarif dapat berubah mengikuti kebijakan.
Integrasi QRIS ke Aplikasi Kasir
Menerima QRIS menyelesaikan satu masalah tapi membuka masalah baru: pencatatan jadi terpecah dua. Penjualan tunai ada di laci, penjualan QRIS ada di aplikasi merchant PJP, dan setiap tutup toko Anda harus mencocokkan keduanya secara manual. Di sinilah aplikasi kasir berperan.
Dengan aplikasi POS, kasir memilih metode pembayaran (tunai, QRIS, atau transfer) di setiap transaksi, sehingga semua penjualan tercatat di satu tempat lengkap dengan pemisahan metode bayarnya. Laporan harian langsung menunjukkan berapa yang masuk laci dan berapa yang masuk rekening, dan rekap kas per shift tinggal dicocokkan dengan mutasi rekening — bukan dihitung ulang dari nol. Aplikasi POS Dexova mencatat transaksi QRIS persis seperti ini, dengan semua fitur terbuka mulai Rp 25.000 per bulan. Kalau Anda masih memilih-milih aplikasinya, mulai dari panduan aplikasi POS untuk UKM.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa lama proses daftar QRIS?
Bervariasi per PJP, tapi umumnya beberapa hari kerja sejak dokumen lengkap — beberapa bank bahkan bisa lebih cepat lewat pendaftaran di aplikasi. Kalau lewat seminggu belum ada kabar, tanyakan langsung ke PJP-nya; biasanya ada dokumen yang kurang.
Bolehkah menambahkan biaya QRIS ke pembeli?
Tidak boleh. Aturan Bank Indonesia melarang merchant membebankan MDR ke konsumen dalam bentuk apa pun, termasuk "biaya admin QRIS" atau harga khusus non-tunai. Anggap MDR sebagai biaya layanan — untuk usaha mikro, sebagian besar transaksi bahkan tidak kena potongan sama sekali.
Apakah satu kode QRIS bisa menerima semua aplikasi pembayaran?
Bisa — justru itu inti QRIS. Satu kode QR dari PJP mana pun bisa dibayar lewat semua aplikasi pembayaran berizin BI, baik mobile banking maupun e-wallet. Anda cukup daftar di satu PJP saja.
Sudah punya QRIS dan ingin pencatatannya rapi? Coba demo aplikasi POS gratis dari Dexova — tanpa daftar, tanpa kartu kredit — dan lihat bagaimana penjualan tunai dan QRIS terpisah otomatis di laporan. Tersedia coba gratis 14 hari dengan semua fitur terbuka, plus panduan POS untuk menemani langkah pertama Anda.
